CINTA DAN TANGGUNG JAWAB

  Tanggung jawab dan Cinta

Cinta remaja atau yang baru memasuki usia dewasa sering tidak rasional
Kadang hanya berpikir bahwa cinta itu sekedar sayang menyayangi, tapi ia lupa bahwa dibaliknya ada rasa tanggung jawab. Sering pula berpikir bahwa asal ada cinta,menikah akan tetap kenyang dengan rasa cinta. sehingga banyak yang menikah tanpa ada rasa tanggung jawab. Bayangkan jika masih berstatus mahasiswa,belum punya pekerjaan,menikah dan haeus memberi makan anak yang dilahirkannya. Jika pasangan muda ini yang menikah atas dasar rasa cinta,tetapi biaya hidup masih minta orang tua apa jadinya?  Benar bahwa ia punya rasa cinta,tapi benarkah ia punya rasa cinta ? Benarkah hidup dalam pernikahan cukup diberi makan dengan rasa cinta? Oleh karena itu anda para mahasiswa yang sedang saling mencinta dan dicinta,perhatikan bahwa rasa cinta tidak bisa dilepaskan dari rasa tanggung jawab. Benar bahwa sang wanita mungkin dimanjakan dengan segala hal,mulai dari asesoris,jalan-jalan,makan-makan,windows shoping,dan seabreg barang yang diberikan atas dasar cinta,tapi yang harus dipertanyakan darimana semua itu diperoleh ? Kerja ? Orang tua ? atau apa? Mulailah belajar untuk bertanggung jawab atas nama cinta, bukan yang penting cinta. Banyak wanita yang terjebak sehingga memberikan segalanya (termasuk kehormatannya), tapi bagaimana nasib si wanita jika kemudian ditinggal pergi karena lelaki masih belum punya rasa tanggung jawab,seperti halnya saat pacaran?. Karena itu hai para mahasiswi,pertimbangkan masak-masak sebelum anda melangkah. TANGGUNG JAWAB DAN CINTA TIDAK BISA DIPISAHKAN.