MENILAI SOSOK MANUSIA

 Selamat pagi FBer

Pelajaran hidup dari cerita nyata
Suat waktu,sy lupa tahunnya,tp sy ingat peristiwanya di sebuah dealer motor (tak perlu disebut namanya,tapi klo lihat motor saya akan tahu apa),ada seorang tua sendirian membawa kantong gandum lusuh,celana komprang hitam,baju kaos yg juga tidak begitu bagus,pakai topi khas,tidak  tahu apa lah namanya,tapi bukan topi yg biasa dipakai,berdiri di depan sales. Si sales kemudian membuka laci meja,mengambil uang logam ( kelihatannya uang lima ratusan), lalu diberikan kepada si orang tua tersebut. Si orang tua mengembalikan uang recehan tersebut, lalu si sales bertanya dengan nada ketua.
” lima ratus masih kurang apa pak? Selama ini juga lima ratus sudah biasa,kok sampeyan tolak” kata sales tetsebut. Pada waktu itu ongkos parkir memang masih lima ratus rupiah,jadi untuk peminta-minta mungkin ya cukup besar.
Si orang tua lalu berkata
“Nek kula badhe pepriman arto gangsal atus nggih cekap mbak”, indonesianya demikian
“Kalau saya mau minta-minta uang lima ratus mungkin cukup mbak”, selanjutnya saya indonesiakan.
“Lha bapak kesini mau minta-minta kan? tanya sales dengan sedikit gusar
“Tidak”, kata si orang tua dengan nada yakin.
“Trus bapak mau apa?” tanya sales lagi dengan nada yang sudah sedikit ramah.
“Saya mau beli motor xxxxx”,kata si orang tua lagi sambil menunjuk-nunjuk motor yang dimaksud.
“Motor itu Pak”, kata sales dengan nada tidak percaya. Ya motor itu memang harganya di atas dua puluh dua juta.”itu motor mahal Pak,dan itu kan motor untuk anak muda”, lanjut si sales masih dengan nada tidak percaya sambil geleng-geleng kepala.
“Iya mbak,memang bukan untuk saya,tapi cucu saya yang minta motor kayak gitu”, jawab si orang tua.
“Duduk dulu Pak”, si sales kemudian menyilahkan orang tua itu duduk dengan sedikit senyuman,mulai ramah karena yang terpikir dalam sales pasti soal komisi yang akan dia terima jika motor itu laku terjual, lalu dia menjelaskan macam-macam soal motor itu dan “Apa bapak pinya uang segitu?,tanya sales kemudian.
Uang segini apa tidak cukup mbak?”, tanya si orang tua kemudian menumpahkan isi kantong gandum yang ternyata berisi uang macam-macam,mulai dari recehan sampai ribuan dan pilihan ribu.
Si sales (termasuk saya) terperangah melihat itu semua, tidak percaya dengan apa yang ada dalam kantong gandum tersebut. Ternyata orang tua tersebut mengumpulkan uang itu dari hasil minta-minta sebagai pengemis memang,tapi dia kumpulkan tiap harinya hanya untuk membahagiakan cucunya,yang mungkin si cucu sendiri tidak peduli dengan kakeknya.
Pelajaran yang dapat kita petik jangan pernah menilai seseorang dari lahiriahnya saja. Kita tidak tahu seberapa sesungguhnya kemampuan orang tersebut. Kita jangan pernah menilai seseorang dari kacamata lahiriah,bisa jadi ketika kita menilai negatif seseorang sesungguhnya orang itu justru lebih bernilai dibanding kita yang menilai. Apa yang kita lihat negatif mungkin sesungguhnya lebih banyak nilai positifnya, apa yang kita nilai kurang mungkin justru lebih banyak nilai lebihnya. Pelajaran inilah yang saya gunakan ketika menjadi Kaprodi,saya harus dapat menunjukan nilai lebih PGSD UMP,ketika sebagian pejabat di dinas pendidikan kabupaten banyumas mencemooh kemampuan PGSD UMP, sehingga mata mereka akhirnya terbuka dengan sendirinya,dan memang PGSD UMP LUAR BIASA, siapapun yang memimimpin.

Tue May 28 2013 05:30:51 GMT 0700 (WIT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.