MENILAI KEBAHAGIAAN

  Selamat pagi FBer

Penyemangat ini terinspirasi status SSo

Bagaimana orang menafsirkan kebahahagian ? Setiap orang tidak sama. Ada orang yang bahagia jika ia mendapatkan uang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Indah Sari itu sekarang merasa bahagia karena sudah tidak memikirkan lagi biaya sekolahnya. Tasripin sekarang merasa bahagia karena ayahnya sudah kembali dan berkumpul bersama,rumah sudah layak huni,dan sekolah sudah ada yang menanggung.
Ada yang merasa bahagia karena hidup berkecukupan,istri cantik,anak sholeh dan shilokhah,sarana transportasi ada meskipun hanya becak,karena ia merasa cukup.
Ada orang merasa bahagia karena ia punya segalanya meskipun tidak punya keinginan beristri/suami,tapi gersang dalam kehidupannya.
Ada yang merasa bahagia jika sudah dapat membahagiakan orang tuanya.
Sebaliknya…….
Orang yang punya istri cantik,punya rumah mewah,punya mobil,segala yang diinginkan terbeli tapi ia tidak merasa bahagia….karena bertahun-tahun menunggu lahirnya bidadari/bidadara kecil dalam rumah tangganya tak kunjung datang,dan kompensasi dengan merawat hewan peliharaan,meskipun itu hanya kebahagiaan semu.
Orang bisa merasa bahagia ketika ia mendapatkan apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan,meskipun itu secukupnya saja. Apakah ketika pacaran kemudian orang menjadi bahagia ? Kondisi itu belum sampai pada tataran bahagia,namin sebatas senang. Senang ada yang memperhatikan,senang ada yang menyenangkan,senang ada yang menghibur dikala sedih,senang ada yang membantu dikala butuh bantuan.
KEBAHAGIAAN itu relatif.
Orang jawa mengatakan mikil dawet rengeng-rengeng numpak mobil mbrebes mili. Terjemahan bebasnya penjual dawet selalu berdendang sementara yang naik mobil selalu nangis kecil. Mana yang bahagain menurut anda ? Bagi saya lebih baik mikil dawet rengeng-rengeng. Lihatlah bagaimana melimpahnya kekayaan Ahmad Fathanah dan Sefi Sanustika, tetapi apakah saat ini mereka  bahagia ? orang lain memandang mungkin iya,tapi belum tentu bagi yang bersangkutan.
Beruntunglah anda yang menjadi mahasiswa. Tidak semua yang lulus SD meneruskan ke SMP, Semua yang sekolah di SMP tidak semuanya dapat lulus, dan dari semua yang lulus tidak semuanya masuk SMA. Anak-anak yang masukSMA tidak semuanya akan lulus SMA, dan dari yang lulus SMA tidak semuanya akan kuliah. Anda beruntung sudah kuliah, tapi dari yang kuliah tidak semuanya akan selesai sampai lulus.  Anda yang nanti lulus tidak semuanya akan bekerja (misal diminta suami tidak bekerja), dan dari semua yang bekerja tidak akan semuanya akan berhasil atau sukses. Dari yang lulus tidak semuanya berlanjut ke jenjang pernikahan,dari yang menikah tidak semuanha akan mempunyai anak. Itulah SUNATULLAH. Lalu dimanakah letak kebahagiaan ?
ADA DI DALAM HATI
bukan orang lain yang menilai
Orang jawa bilang SAWANG SINAWANG
Semoga semua yang membaca tulisan ini akan hidup BAHAGIA dan punya semanagat MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA.