PERAHU RETAK

  Perahu retak tak bisa melaju kencang meski masih bisa terapung,karena air banyak yg masuk ke perahu.Perahu retak membuat nakoda dan penumpangnya rajin membuang air yang  masuk agar tidak tenggelam. jika perahu karam maka nakhodanya yang harus disalahkan karena memaksakan berlayar meskipun tahu perahunya retak. Itulah gambaran dunia pendidikan awal tahun 2013 ini. pelaksanaan UNAS saja kacau,tapi dipaksakan untuk tetap sah. Kurikulum 2013 belum siap tapi dipaksakan tuk dilaksanakan, padahal instrukturnya saja sampai sekarang belum diundang pelatihan. 

Gara-gara UNAS rekomendasi dari itjen untuk memberhentikan Kabalitbang berbuntut juga. Akibat kasus ini bisa jadi semua program atau kegiatan yang berada di bawah kendali Kabalitbang ditunda,mulai dari akreditasi perguruan tinggi,dan nampaknya juga PLPG,pelatihan instruktur Kurikulum 2013, dan lain-lainnya. Oleh karena itu tidak aneh jika banyak kegiatan yan akan tertunda. Kegiatan UKA sebelum PLPG saja sampai sekarang belum jelas kapan dilaksanakan, padahal biasanya April sudah jalan,apalagi pelatihan instruktur kurikulum 2013 yang baru akan dijalankan. Pemaksaan program yang belum betul-betul  siap untuk dilaksanakan ya sama saja dengan memaksa perahu retak menuju tengah kaut,masih untung jika bisa kembali ke daratan. kondisi yang setengah terpaksa seperti ini jadi memunculkan pikiran untuk mengganti nakhoda perahu,tapi apa ya mungkin wong nakhoda perahunya juga si “pemilik perahu”, kecuali penumpangnya yang mendorong nakhoda masuk laut.

PEMIMPIN DAN IBU JARI

  PEMIMPIN DAN IBU JARI

Lihatlah tangan kita yang mempunyai 5 jari, masing- masing punya tugas sendiri-sendiri. Ibarat jari telunjuk,jadi pemimpin jangan seperti telunjuk yang hanya bisa main tunjuk(baca perintah) saja tanpa memberikan jalan terbaik, tapi jangan juga selalu menjadi kelingkin yang selalu menyelidiki meskipun itu bukan fungsinya. Jadilah pemimpin seperti jari tengah atau manis yang bisa menyimpan harta dan digunakan untuk semuanya jika diperlukan. Jadilah pemimpin seperti ibu jari yang siap untuk turun ke bawah. Perhatikan sifat ibu jari, selama ibu jari tidak menemui semua jari (baca anak buah/rakyat) maka selamanya jari-jari yang lain tidak akan bisa bertemu dengan ibu jari, tetapi jika ibu jari rela ke bawah,menemui, maka semua jari bisa bertemu dengan ibu jari, Jika anda seorang pemimpin,tirulah ibu jari yang rela kebawah menemui jari-jari yang lain,bukan inu jari yang tetap tegak ke atas tanpa bisa ditemui jari-jarinya