Kuliah Mandiri KDI 2 Minggu 3 Pasca UTS

Maaf kepada para mahasiswa,minggu ini masih kuliah mandiri dengan tugas seperti dalam link berikut ini. Tugas ini saya kirimsaat di Bandara Adisucipto Yogyakarta menunggu penerbangan ke Jakarta. Tugas dikumpulkan dalam loker masing-masing kelas yang sudah saya siapkan di ruangan saya,presensi silahkan ambil sendiri dan kembalikan ke tempat semua. Hasil percobaan dikumpulkan paling lambat besok Jumat.

UTS-pertemuan 3 Mandiri

@Bandara International Adisucipto

MENILAI SOSOK MANUSIA

 Selamat pagi FBer

Pelajaran hidup dari cerita nyata
Suat waktu,sy lupa tahunnya,tp sy ingat peristiwanya di sebuah dealer motor (tak perlu disebut namanya,tapi klo lihat motor saya akan tahu apa),ada seorang tua sendirian membawa kantong gandum lusuh,celana komprang hitam,baju kaos yg juga tidak begitu bagus,pakai topi khas,tidak  tahu apa lah namanya,tapi bukan topi yg biasa dipakai,berdiri di depan sales. Si sales kemudian membuka laci meja,mengambil uang logam ( kelihatannya uang lima ratusan), lalu diberikan kepada si orang tua tersebut. Si orang tua mengembalikan uang recehan tersebut, lalu si sales bertanya dengan nada ketua.
” lima ratus masih kurang apa pak? Selama ini juga lima ratus sudah biasa,kok sampeyan tolak” kata sales tetsebut. Pada waktu itu ongkos parkir memang masih lima ratus rupiah,jadi untuk peminta-minta mungkin ya cukup besar.
Si orang tua lalu berkata
“Nek kula badhe pepriman arto gangsal atus nggih cekap mbak”, indonesianya demikian
“Kalau saya mau minta-minta uang lima ratus mungkin cukup mbak”, selanjutnya saya indonesiakan.
“Lha bapak kesini mau minta-minta kan? tanya sales dengan sedikit gusar
“Tidak”, kata si orang tua dengan nada yakin.
“Trus bapak mau apa?” tanya sales lagi dengan nada yang sudah sedikit ramah.
“Saya mau beli motor xxxxx”,kata si orang tua lagi sambil menunjuk-nunjuk motor yang dimaksud.
“Motor itu Pak”, kata sales dengan nada tidak percaya. Ya motor itu memang harganya di atas dua puluh dua juta.”itu motor mahal Pak,dan itu kan motor untuk anak muda”, lanjut si sales masih dengan nada tidak percaya sambil geleng-geleng kepala.
“Iya mbak,memang bukan untuk saya,tapi cucu saya yang minta motor kayak gitu”, jawab si orang tua.
“Duduk dulu Pak”, si sales kemudian menyilahkan orang tua itu duduk dengan sedikit senyuman,mulai ramah karena yang terpikir dalam sales pasti soal komisi yang akan dia terima jika motor itu laku terjual, lalu dia menjelaskan macam-macam soal motor itu dan “Apa bapak pinya uang segitu?,tanya sales kemudian.
Uang segini apa tidak cukup mbak?”, tanya si orang tua kemudian menumpahkan isi kantong gandum yang ternyata berisi uang macam-macam,mulai dari recehan sampai ribuan dan pilihan ribu.
Si sales (termasuk saya) terperangah melihat itu semua, tidak percaya dengan apa yang ada dalam kantong gandum tersebut. Ternyata orang tua tersebut mengumpulkan uang itu dari hasil minta-minta sebagai pengemis memang,tapi dia kumpulkan tiap harinya hanya untuk membahagiakan cucunya,yang mungkin si cucu sendiri tidak peduli dengan kakeknya.
Pelajaran yang dapat kita petik jangan pernah menilai seseorang dari lahiriahnya saja. Kita tidak tahu seberapa sesungguhnya kemampuan orang tersebut. Kita jangan pernah menilai seseorang dari kacamata lahiriah,bisa jadi ketika kita menilai negatif seseorang sesungguhnya orang itu justru lebih bernilai dibanding kita yang menilai. Apa yang kita lihat negatif mungkin sesungguhnya lebih banyak nilai positifnya, apa yang kita nilai kurang mungkin justru lebih banyak nilai lebihnya. Pelajaran inilah yang saya gunakan ketika menjadi Kaprodi,saya harus dapat menunjukan nilai lebih PGSD UMP,ketika sebagian pejabat di dinas pendidikan kabupaten banyumas mencemooh kemampuan PGSD UMP, sehingga mata mereka akhirnya terbuka dengan sendirinya,dan memang PGSD UMP LUAR BIASA, siapapun yang memimimpin.

Tue May 28 2013 05:30:51 GMT 0700 (WIT)

PILBUP BANYUMAS DAN PILGUB JATENG,SEBUAH PELAJARAN HIDUP

Jauh sebelum pilgub dilaksanakan saya pernah mengatakan bahwa nasib petahana pilgub Jateng akan sama dengan petahana pilbup Banyumas. Alasan saya menyampaikan itu karena beberapa hal yang sama antara kedua sosok tersebut
1. Keduanya sama-sama pernah menyatakan cukup sekali saja menjadi pejabat daerah,karena modalnya hanya untuk satu periode
2. Keduanya sama-sama pernah menyatakan tidak butuh partai,partai yang butuh keduanya.
3. Keduanya sama-sama punya sikap agak arogan dalam berkomentar terhadap suatu kasus.
4.Keduanya sama-sama mengabaikan partai yang pernah mengusungnya.
4 hal tersebut tentunya akan tetap diingat dan dicata masyarakat untuk digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih calon, termasuk saya. Oleh karena itu wajar jika (pada waktu itu) saya katakan Petahana Jateng akan bernasib sama dengan Petahana Bayumas, dan kemarin terbukti kalau petahana Jateng dikalahkan calon yang diusung PDIP, sama dengan Bayumas.
Pelajaran hidup yang dapat dipetik adalah dimanapun kita berada jaga mulut kita,jangan pernah “sesumbar” yang akan menyakiti hati orang, jangan pernah mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan nurani kita (dlm hal ini masih ingin menjabat,tapi mengatakan tidak butuh lagi),jangan pernah bersikap arogan yang menunjukan jati diri kita sebagai orang yang paling segalanya. Nasib yang sama pernah terjadi juga dengan seorang calon di sebuah Universitas. Bahasa Jawa mengatakan sapa salah seleh,ngati-ati mbok bakal keweleh. Pelajaran hidup yang berbeaya mahal,itupun kalau mau mawas diri.
SEMANGAT PAGI SEMUANYA

SD UMP FINALIS LOMBA SAIN DI JAKARTA

SD UMP memang baru punya murid sampai kelas 2,tetapi prestasinya cukup menggembirakan di bidang akademik. Depo Pelita pernah mengundang SD UMP pada saat ada ucara untuk mengisi bidang seni,yang merupakan kegiatan non akademis. Prestasi akademisnyapun ternyata tidak mengecewakan. 3 wakil SD se Banyumas yang menjadi finalis Lomba Sain Kuark di Jakarta salah satunya adalah SD UMP. Prestasi ini sekaligus ajang pembuktian kepada masyarakat bahwa SD UMP juga dapat membuktikan prestasi di tingkat Nasional,menyusul prestasi yang diperoleh oleh PGSD UMP sebagai pengelola SD UMP. PGSD UMP dan SD UMP memang LUAR BIASA.

Kuliah Mandiri PGPAUD

Berhubung pengampu masih tugas di luar kota,kuliah minggu ini dilaksanakan mandiri. Tugas boleh dikerjakan di rumah. Hari Selasa jam kuliah pukul 11.00 menyerahkan hasil pengamatan yang dilakukan di ruang kuliah ke asisten saya sekaligus mengisi presensi..  Mahasiswa yang tidak hadir dianggap tidak mengikuti percobaan meskipun dalam laporan ada namanya. Salah satu mahasiswa harap sms ke nomor saya Selasa sebelum pukul 10.00,sebutkan nama wakil kelas, tuliskan juga nomor wakil kelas lain yang bisa saya kontak

Tugas dapat diunduh di sini

pertemuan ke 6 Mandiri di rumah

KKL BALI

KKL adalah kegiatan resmi berbobot 1 sks di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang dilaksanakan di semester 6. Tahun ini KKL dilaksanakan agak berbeda,yaitu perjalanan darat menggunakan kereta api,sambung bus menuju situs TROWULAN, dilanjutkan perjalanan menuju Bali. Obyek KKL di Bali dikombinasikan antara obyek yang harus dilaporkan dan obyek wisata. Obyek kunjungan itu antara lain Tanah Lot, Bali CUltural Center,dilanjutkan wisata “pipis” di Khrisna, kemudian menuju hotel. Hari kedua di Bali mengunjungi SD Tulangampian di Denpasar yang merupakan SD Unggulan di Bali, SD Pembina dilanjutkan ke Tanjung Benoa sebagai obyek wisata dan tempat penangkaran penyu,nyebrang ke pulau kecil di selatan Tanjung Benoa,dilanjutkan wisata ke Kuta melihat macam-macam yang bisa macam-macam,kembali ke hotel untuk istirahat. Sayang acara selanjutnya saya tidak bisa mengikuti karena harus sudah di Jakarta,dan pada saat tulisan ini dibuat saya masih di Jakarta dan rombongan KKL mungkin sudah nyebrang ke Pulau Jawa lagi dan sedang persiapan menuju SD Muhammadiyah Pucang yang merupakan SD Unggulan milik Muhammadiyah

Berikut dokumentasi dosen di depan Candi Bajangratu di situs Trowulan

Candi Bajangratu

MENILAI KEBAHAGIAAN

  Selamat pagi FBer

Penyemangat ini terinspirasi status SSo

Bagaimana orang menafsirkan kebahahagian ? Setiap orang tidak sama. Ada orang yang bahagia jika ia mendapatkan uang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Indah Sari itu sekarang merasa bahagia karena sudah tidak memikirkan lagi biaya sekolahnya. Tasripin sekarang merasa bahagia karena ayahnya sudah kembali dan berkumpul bersama,rumah sudah layak huni,dan sekolah sudah ada yang menanggung.
Ada yang merasa bahagia karena hidup berkecukupan,istri cantik,anak sholeh dan shilokhah,sarana transportasi ada meskipun hanya becak,karena ia merasa cukup.
Ada orang merasa bahagia karena ia punya segalanya meskipun tidak punya keinginan beristri/suami,tapi gersang dalam kehidupannya.
Ada yang merasa bahagia jika sudah dapat membahagiakan orang tuanya.
Sebaliknya…….
Orang yang punya istri cantik,punya rumah mewah,punya mobil,segala yang diinginkan terbeli tapi ia tidak merasa bahagia….karena bertahun-tahun menunggu lahirnya bidadari/bidadara kecil dalam rumah tangganya tak kunjung datang,dan kompensasi dengan merawat hewan peliharaan,meskipun itu hanya kebahagiaan semu.
Orang bisa merasa bahagia ketika ia mendapatkan apa yang diinginkan dan apa yang diharapkan,meskipun itu secukupnya saja. Apakah ketika pacaran kemudian orang menjadi bahagia ? Kondisi itu belum sampai pada tataran bahagia,namin sebatas senang. Senang ada yang memperhatikan,senang ada yang menyenangkan,senang ada yang menghibur dikala sedih,senang ada yang membantu dikala butuh bantuan.
KEBAHAGIAAN itu relatif.
Orang jawa mengatakan mikil dawet rengeng-rengeng numpak mobil mbrebes mili. Terjemahan bebasnya penjual dawet selalu berdendang sementara yang naik mobil selalu nangis kecil. Mana yang bahagain menurut anda ? Bagi saya lebih baik mikil dawet rengeng-rengeng. Lihatlah bagaimana melimpahnya kekayaan Ahmad Fathanah dan Sefi Sanustika, tetapi apakah saat ini mereka  bahagia ? orang lain memandang mungkin iya,tapi belum tentu bagi yang bersangkutan.
Beruntunglah anda yang menjadi mahasiswa. Tidak semua yang lulus SD meneruskan ke SMP, Semua yang sekolah di SMP tidak semuanya dapat lulus, dan dari semua yang lulus tidak semuanya masuk SMA. Anak-anak yang masukSMA tidak semuanya akan lulus SMA, dan dari yang lulus SMA tidak semuanya akan kuliah. Anda beruntung sudah kuliah, tapi dari yang kuliah tidak semuanya akan selesai sampai lulus.  Anda yang nanti lulus tidak semuanya akan bekerja (misal diminta suami tidak bekerja), dan dari semua yang bekerja tidak akan semuanya akan berhasil atau sukses. Dari yang lulus tidak semuanya berlanjut ke jenjang pernikahan,dari yang menikah tidak semuanha akan mempunyai anak. Itulah SUNATULLAH. Lalu dimanakah letak kebahagiaan ?
ADA DI DALAM HATI
bukan orang lain yang menilai
Orang jawa bilang SAWANG SINAWANG
Semoga semua yang membaca tulisan ini akan hidup BAHAGIA dan punya semanagat MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA.

PERAHU RETAK

  Perahu retak tak bisa melaju kencang meski masih bisa terapung,karena air banyak yg masuk ke perahu.Perahu retak membuat nakoda dan penumpangnya rajin membuang air yang  masuk agar tidak tenggelam. jika perahu karam maka nakhodanya yang harus disalahkan karena memaksakan berlayar meskipun tahu perahunya retak. Itulah gambaran dunia pendidikan awal tahun 2013 ini. pelaksanaan UNAS saja kacau,tapi dipaksakan untuk tetap sah. Kurikulum 2013 belum siap tapi dipaksakan tuk dilaksanakan, padahal instrukturnya saja sampai sekarang belum diundang pelatihan. 

Gara-gara UNAS rekomendasi dari itjen untuk memberhentikan Kabalitbang berbuntut juga. Akibat kasus ini bisa jadi semua program atau kegiatan yang berada di bawah kendali Kabalitbang ditunda,mulai dari akreditasi perguruan tinggi,dan nampaknya juga PLPG,pelatihan instruktur Kurikulum 2013, dan lain-lainnya. Oleh karena itu tidak aneh jika banyak kegiatan yan akan tertunda. Kegiatan UKA sebelum PLPG saja sampai sekarang belum jelas kapan dilaksanakan, padahal biasanya April sudah jalan,apalagi pelatihan instruktur kurikulum 2013 yang baru akan dijalankan. Pemaksaan program yang belum betul-betul  siap untuk dilaksanakan ya sama saja dengan memaksa perahu retak menuju tengah kaut,masih untung jika bisa kembali ke daratan. kondisi yang setengah terpaksa seperti ini jadi memunculkan pikiran untuk mengganti nakhoda perahu,tapi apa ya mungkin wong nakhoda perahunya juga si “pemilik perahu”, kecuali penumpangnya yang mendorong nakhoda masuk laut.

PEMIMPIN DAN IBU JARI

  PEMIMPIN DAN IBU JARI

Lihatlah tangan kita yang mempunyai 5 jari, masing- masing punya tugas sendiri-sendiri. Ibarat jari telunjuk,jadi pemimpin jangan seperti telunjuk yang hanya bisa main tunjuk(baca perintah) saja tanpa memberikan jalan terbaik, tapi jangan juga selalu menjadi kelingkin yang selalu menyelidiki meskipun itu bukan fungsinya. Jadilah pemimpin seperti jari tengah atau manis yang bisa menyimpan harta dan digunakan untuk semuanya jika diperlukan. Jadilah pemimpin seperti ibu jari yang siap untuk turun ke bawah. Perhatikan sifat ibu jari, selama ibu jari tidak menemui semua jari (baca anak buah/rakyat) maka selamanya jari-jari yang lain tidak akan bisa bertemu dengan ibu jari, tetapi jika ibu jari rela ke bawah,menemui, maka semua jari bisa bertemu dengan ibu jari, Jika anda seorang pemimpin,tirulah ibu jari yang rela kebawah menemui jari-jari yang lain,bukan inu jari yang tetap tegak ke atas tanpa bisa ditemui jari-jarinya