DEKADENSI MORAL DAN DEMORALISASI

Kasus terbaru mengenai hamil di luar nikah menyentak kita bersama. Kasus ini dibungkus dengan kemasan HAM akhirnya membolehkan pelaku untuk tetap dapat mengikuti Ujian dan mencabut sanksi dari sekolah. Keputusan ini tentunya akan menjadi preseden buruk bagi duni pendidikan. Sanksi moral pada akhirnya tidak akan berlaku.
Sanksi yang diberlakukan secara keras saja masih menyebabkan kenaikan korban hamil di luar nikah di kalangan siswa SMA, apalagi jika tidak ada pemberlakukan sanksi,sungguh tak terbayangkan yang akan terjadi nanti. Pengesahan pencabutan sanksi terhadap siswa yang berperilaku bebas seolah menjadi alat legalisasi untuk melakukan sex bebas. Alasan HAM UNTUK KASUS SEPERTI ini adalah menggunakankan kacamata HAM barat yang memamg menganut sex bebas,bukan HAMnya bangsa yang menjunjung moral dan adat ketimuran.
Pendidikan bangsa ini saat ini sedang menggalakan pendidikan karakter karena dirasa karakter warga bangsa sudah milai memprihatinkan, tetapi bagaimana bisa membentuk karaakter yang baik jika kasus hamil di luar nikahkan disahkan pejabat pendidikan?
Kasusini tentunya bukan satu-satunya kasus yang akan muncul ke permukaan,tetapi juga akan disusul dengan kasus-kasus lain dengan alasan yang sama,demi HAM, yang pada akhirnya akan menyebabkan dekadensi moral dan demoralisasi di tengah masyarakat.
Siapa yangmenanggung dosa terhadap kebijakan ini ? Pejabat terkait yangmelegalkan pencabutan sanksilah tentunya yang menanggung dosa paling besar.
Perilaku-perilaku masyarakat sebenarnya juga mencontoh perilaku pejabatnya,maka wajar jika muncul sikap seperti itu karena pejabatnya,dari daerah sampai pusat juga punya perilaku demikian.
Semoga kebijakan saat ini tidak makin membuat bangsa ini terlempar ke dalam urang yang makin dalam.